Metode dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match

April 09, 2018

Menurut Rusman (2011: 223-233) model make a match (membuat pasangan) merupakan salah satu jenis dari metode dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). Salah satu keunggulan teknik ini adalah peserta didik mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik, dalam suasana yang menyenangkan.

Model pembelajaran make and match adalah sistem pembelajaran yang mengutamakan penanaman kemampuan sosial terutama kemampuan bekerja sama, kemampuan berinteraksi disamping kemampuan berpikir cepat melalui permainan mencari pasangan dengan dibantu kartu (Wahab, 2007: 59).

Suyatno (2009: 72) mengungkapkan bahwa model make and match adalah model pembelajaran dimana guru menyiapkan kartu yang berisi soal atau permasalahan dan menyiapkan kartu jawaban kemudian siswa mencari pasangan kartunya. Model pembelajaran make and match merupakan bagian dari pembelajaran kooperatif.

Tujuan dari pembelajaran dengan model make a match adalah untuk melatih peserta didik agar lebih cermat dan lebih kuat pemahamannya terhadap suatu materi pokok (Fachrudin, 2009 : 168). Selain itu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match juga akan memberikan kesan kepada peserta didik sehingga ingatan akan materi yang dipelajari dengan model ini akan tertanam dengan baik. Oleh karena itu model ini perlu untuk dikaji dan dipraktikan oleh para guru dalam pembelajaran di kelas.

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match
  1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban.
  2. Setiap siswa mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang.
  3. Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya.
  4. Siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin.
  5. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya.
  6. Kesimpulan.
Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match
  1. Siswa terlibat langsung dalam menjawab soal yang disampaikan kepadanya melalui kartu.
  2. Meningkatkan kreativitas belajar siswa.
  3. Menghindari kejenuhan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
  4. Pembelajaran lebih menyenangkan karena melibatkan media pembelajaran yang dibuat oleh guru.
Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match
  1. Sulit bagi guru mempersiapkan kartu-kartu yang baik dan bagus sesuai dengan materi palajaran.
  2. Sulit mengatur ritme atau jalannya proses pembelajaran.
  3. Siswa kurang menyerapi makna pembelajaran yang ingin disampaikan karena siswa hanya merasa sekedar bermain saja.
  4. Sulit untuk membuat siswa berkonsentrasi.
loading...

Artikel Terkait

Previous
Next Post »