Dalam konsepsi Islam, Muhammad Rasulullah SAW adalah al-mu’allim al-awwal (pendidik pertama dan utama), yang telah dididik oleh Allah SWT Rabb al-‘Alamin. Pendidik teladan dan percontohan ada dalam diri pribadi Rasulullah SAW yang telah mencapai tingkatan pengetahuan yang tinggi, akhlak yang luhur, dan menggunakan metode dan alat yang tepat. Hal ini karena beliau telah dididik melalui ajaran-ajaran yang sesuai dengan Al-Qur’an. Q.S. Al-Qalam [68] ayat 4 menyebutkan bahwa Rasulullah SAW sungguh memiliki akhlak yang agung, yang diperoleh dari pendidikan yang baik (ahsan ta’dib). Ketika Rasulullah SAW bersabda bahwa dirinya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia, Abu Bakar bertanya, “Saya tidak melihat dan mendengar seseorang yang lebih fasih dan lebih baik daripada Engkau, siapa yang telah mendidik Engkau?” Rasulullah SAW menjawab, “Tuhanku telah mendidikku dengan sebaik-baiknya pendidikan (ahsan ta’dib).
Seorang pendidik dengan berbagai kompetensinya diharapkan dapat menjalankan tugas profesinya dengan baik, ibarat seorang rasul menyampaikan risalah kepada umatnya. Untuk itu, Abdurrahman Al-Nahlawi mensyaratkan sepuluh sifat yang harus dimiliki pendidik. Kesepuluh sifat ini sebagai berikut.
1. Tujuan hidup, tingkah laku, dan pola pikir pendidik hendaknya bersifat rabbani, yaitu bersandar kepada Allah SWT, menaati Allah SWT, mengabdi kepada Allah SWT, mengikuti syariat-Nya, dan mengenal sifat-sifat-Nya.
2. Menjalankan aktivitas pendidikan dengan penuh keikhlasan. Pendidik dengan keluasan ilmunya hendaknya menjalankan profesinya hanya bermaksud mendapatkan keridhaan Allah SWT dan menegakkan kebenaran.
3. Menjalankan aktivitas pendidikan dengan penuh kesabaran, karena tujuan pendidikan tidak akan tercapai dengan tergesa-gesa.
4. Menyampaikan apa yang diserukan dengan penuh kejujuran. Apa yang disampaikan terlebih dahulu sudah diamalkan pendidik, baik perkataan maupun perbuatan, agar anak didik mudah mengikuti dan menirunya.
5. Senantiasa membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan terus menerus membiasakan diri untuk mempelajari dan mngkajinya. Pendidik tidak boleh puas dengan ilmu pengetahuan yang dikuasainya.
6. Memiliki kemampuan untuk menggunakan berbagai metode mengajar secara bervariasi, menguasainya dengan baik, dan pandai menentukan pilihan metode yang digunakan sesuai suasana mengajar yang dihadapinya.
7. Memiliki kemampuan pengelolaan belajar yang baik, tegas dalam bertindak, dan mampu meletakkan berbagai perkara secara proporsional.
8. Mampu memahami kondisi kejiwaan peserta didik yang selaras dengan tahapan perkembangannya, agar dapat memperlakukan peserta didik sesuai kemampuan akal dan perkembangan psikologisnya.
9. Memiliki sikap yang tanggap dan responsif terhadap berbagai kondisi dan perkembangan dunia, yang dapat memengaruhi jiwa, keyakinan, dan pola pikir peserta didik.
10. Memperlakukan peserta didik dengan adil, tidak cenderung kepada salah satu dari mereka, dan tidak melebihkan seseorang atas orang lain, kecuali sesuai dengan kemampuan dan prestasinya.
loading...

EmoticonEmoticon