Zaman ini masih berhubungan dengan zaman sebelumnya. Karena awal mula zaman ini pada abad 6 M sampai sekitar abad 14 M, maka tampilah para teolog di lapangan ilmu pengetahuan. Segala aktivitas keilmuan harus berdasarkan atau mendukung agama. Dengan kata lain aktivitas ilmiah terkait erat dengan aktivitas keagamaan.
Ketika bangsa Eropa mengalami kegelapan, kebangkitan justru milik Islam. Hal ini dimulai dari lahirnya Nabi Muhammad SAW pada abad ke 6 M. Perluasan wilayah, pembinaan hukum serta penerjemahan filsafat Yunani, dan kemajuan ilmu pengetahuan pada abad ke 7 M sampai abad ke 12 M. Pada masa ini islam mendapat masa keemasannya (golden age). Selain itu, pada abad ini terjadi abad perkembangan kebudayaan di Asia Selatan dan Timur, seperti ajaran Lao Tse (menjaga keharmonisan dengan alam) dan Confucius (konsep kode etik luhur mengatur akal sehat).
Sepanjang Eropa mengalami masa kegelapan, di sebelah selatan Laut Tengah berkembang kerajaan bangsa Arab yang di pengaruhi oleh budaya Islam. Dengan berkembanganya pengaruh Islam, maka semakin banyak pula tokoh-tokoh ilmuwan yang berperan dalam perkembangan ilmu. Mereka adalah sebagai berikut:
a. Al-Farabi (870 M-950 M)
Adalah seorang komentator filsafat Yunani yang sangat ulung di dunia Islam. Kontribusinya terletak di berbagai bidang matematika, filsafat, pengobatan, bahkan musik. Al-Farabi telah membuat berbagai buku tentang sosiologi dan sebuah buku penting dalam bidang musik, kitab Al-Musiqa. Selain itu, karyanya yang paling terkenal adalah Al-Madinah Al-Fadhilah (kota atau negara utama) yang membahas tentang pencapaian kebahagian melalui kehidupan politik dan hubungan antara razim yang paling baik menurut pemahaman dengan hukum ilahian Islam.
b. Al-Khawarizmi (780 M-850 M)
Hasil pemikirannya berdampak besar pada matematika, yang terangkum dalam buku pertamanya, Al-Jabar, selain itu karyanya adalah Al-Kitab Al-Mukhtasar fi Hisab Al-Jabr wa’al-muqalaba (buku rangkuman untuk kulturasi dengan melengkapkan dan menyeimbangkan), kitab surat Al-Ard (pemandangan bumi). Karyanya tersebut sampai sekarang masih tersimpan di Strassberg, Jerman.
c. Al-Kindi (801 M-873 M)
Bisa dikatakan merupakan filsuf pertama yang lahir dari kalangan Islam. Al-Kindi menuliskan banyak karya dalam bidang goemetri, astronomi, aritmatika, musik (yang dibangunya dari berbagai prinsip aritmatis), fisika, medis, psikologi, meteorologi, dan politik.
d. Al-Ghazali (1058 M-111 M)
Adalah seorang filsuf dan teolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat. Karya beliau berupa kitab-kitab, antara lain kitab Al-Munqidih min Adh-Dalal, Al-Risalah Al-Quadsiyyah, dan Mizan Al-Amal.
e. Ibnu Sina (980 M-1037 M)
Ia di kenal sebagai A Vicenna di dunia barat. Ia adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter. Bagi banyak orang beliau adalah bapak pengobatan modern dan masih banyak lagi sebutan baginya yang berkaitan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.
f. Ibnu Rusyd (1226 M-1198 M)
Dalam bahasa latin di sebut dengan Averroes, dan dia adalah filsuf dari spanyol (Andalusia). Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan fiqih dalam bentuk karangan, ulasan, essai, dan resume.
g. Ibnu Khaldun (1332 M-1406 M)
Adalah seorang sejarawan muslim dari Tunisia dan sering disebut sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi. Karyanya yang terkenal adalah Muqaddimah ( pendahuluan ).
h. Jabir Ibnu Hayyan atau Gebert (721 M-815 M)
Dia adalah seorang tokoh islam yang mempelajari dan mengembangkan ilmu kimia.
i. Al-Razi (856 M-925 M)
yang dikenal dengan nama Razes. Seorang dokter klinis ynag terbesar pada masa itu dan pernah mengadakan suatu penelitian Al-Kimi atau lebih dikenal dengan sebutan ilmu kimia. Beliau mengarang Ensiklopedia ilmu kedokteran yang berjudul Contenens.
j. Ibnu Haitam
Dikenal dalam kalangan cerdik pandai di barat, dengan nama Alhazen, Dia adalah seorang ilmuwan islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia banyak pula melakukan penyelidikan mengenai cahaya dan telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop dan teleskop.
k. Al-Battani (850 M-929 M)
Memberikan kontribusi untuk astronomi dan matematika. Dalam astronomi, Al-Battani juga meningkatkan ketepatan pengukuran presesi sumbu bumi.
l. Dalam bidang fiqih ada Imam Hanafi (699 M-767 M), Imam Malik (712 M-798 M), Imam Syafi’i (767 M-820 M) dan Imam Hanbali (780 M-855 M), yang besar dengan kitabnya masing-masing.
m. Dalam bidang sosial, terdapat nama Yaqut bin Abdullah al Hamawi (1179 M-1229 M), yang mengarang kitab Mu’jam Al-Buldan (kamus negara). Ibnu Yunis, Umar Al-Khayyam, Will Durant, Feilding H. Gorrison, dan Abu Rayhan Al-Biruni, di bidang sains dan antropologi.
n. Shen Kou (1031 M-1095 M)
sorang ilmuwan cina yang pertama kali menggambarkan magnet jarum-kompas yang digunakan untuk navigasi.
o. Su Song (1020 M-1101 M)
Juga seorang astronom yang menciptakan langit bintang pada Atlas.
p. Jamal Al-Din
Mendirikan observatorium Ikhtiar Al-Din yang merancang pembangunan istana raja di laut utara.
loading...

EmoticonEmoticon