Beberapa Hal yang Menjadi Dasar dalam Penyusunan Kurikulum

Julai 23, 2017

Dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran terdapat beberapa hal pokok yang mendasarinya, yaitu:
1) Bahwa pendidikan diselenggarakan dalam keadaan dinamis. Ini mengandung arti bahwa lingkungan tempat pendidikan diselenggarakan turut memberi pengaruh terhadap tuntutan perubahan dan bahkan dapat menentukan sesuatu dalam pendidikan tersebut.
2) Bahwa pendidikan berorientasi ke masa depan. Dalam hal ini peserta didik disiapkan untuk mengahadapi kehidupan di kemudian hari.
3) Bahwa pendidikan sebagai suatu proses yang sadar terhadap tujuan yang menyangkut keadaan awal dan keadaan akhir.

Pernyataan di atas menunjukkan bahwa pendidikan diselenggarakan atas sejumlah landasan dan tujuan. Sebagai landasan utama yaitu falsafah hidup bangsa yang merupakan landasan ideal yakni Pancasila. Yang menjaadi landasan operasional bagi penyelenggaraan pendidikan yaitu GBHN atau Garis-Garis Besar Haluan Negara .

Tujuan penyelenggaraan pendidikan dijabarkan dalam tujuan-tujuan nasional, institusional, kurikuler dan instruksional. Tujuan-tujuan tersebut dirumuskan sesuai dengan kepentingan bangsa dan sejalan dengan tuntutan perkembangan masyarakat. Tujuan institusional atau tujuan lembaga untuk merancang dan merencanakan kegiatan-kegiatan. Seperangkat kegiatan dan pengalaman belajar yang dirancang dan direncanakan, diprogram dan diselenggarakan oleh suatu lembaga pendidikan dengan maksud untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan, lazimnya disebut kurikulum. Tujuan kurikuler dirumuskan ke arah tercapainya pola perilaku dan pola kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan.

Menurut Taylor pengembangan kurikulum hendaknya dapat menjawab empat masalah sebagai berikut :[1]
a) Tujuan-tujuan apakah yang hendak dicapai di sekolah menurut jenjang dan jenisnya?
b) Pengalaman-pengalaman belajar apakah yang hendaknya diutamakan guna mencapai tujuan-tujuan tersebut?
c) Dengan cara bagaimana pengalaman belajar itu disusun agar terlaksana pengajaran yang efektif?
d) Bagaimana sebaiknya mengevaluasi efektif tidaknya pengalaman-pengalaman belajar itu?

Dengan demikian, unsur-unsur pokok yang terkandung dalam kurikulum itu meliputi.
a. Tujuan
b. Materi
c. strategi kegiatan belajar-mengajar
d. Sistem evaluasi

Karena itu, keempat hal tersebut perlu dipahami oleh seorang pengelola pendidikan yang ditugasi mengelola kurikulum. Ia harus menghayati betul keempat komponen tersebut sebagai satu kesatuan yang integral dalam mewujudkan tujuan pendidikan suatu lembaga. Demikian halnya bagi guru sebagai pelaksana pengajaran yang langsung berhadapan dengan peserta didik, pemahaman dan penghayatan terhadap keempat komponen kurikulum merupakan bagian dari tanggung jawab guru dalam dalam menjalankan tugas pokoknya.

Sebagai suatu rencana kurikulum dapat dipandang sebagai suatu proses dan juga sebagai produk. Proses penyusunan kurikulum lebih lazim disebut perencanaan kurikulum. Adapun, produk perencanaan dikenal dengan desain kurikulum.

Banyak ahli pendidikan yang berusaha menciptakan, menelaah, mempraktikkan dan mengembangkan macam-macam desain kurikulum. Usaha tersebut didasarkan atas efektivitas, efisiensi dan relevansinya dengan kebutuhan pendidikan.

Terdapat lima macam desain kurikulum, yakni :[2]
1) Desain yang didasarkan pada disiplin bidang studi
2) Desain yang didasarkan pada kompetensi khusus atau teknologi
3) Desain yang didasarkan pada sifat manusia
4) Desain yang didasarkan pada fungsi sosial
5) Desain yang didasarkan pada minat individu.

Referensi:
[1] Lihat Waini Rasyidin, “Dasar-Dasar Kelembagaan Pendidikan” dalam Dasar-Dasar kependidikan, (Bandung: IKIP, 1985) Lihat pula dalam Tim Dosen MKMD Adpen FIP IKIP Bandung 1991, H.38
[2] H. Afiffuddin, dkk. ”Administrasi Pendidikan”, (Bandung : CV Insan Mandiri, 2004) h. 81
loading...

Artikel Terkait

Previous
Next Post »