Dalam bahasa Indonesia ada pembagian berbagai jenis kalimat.
Berdasarkan subjeknya, ada yang disebut kalimat aktif dan kalimat pasif.
1. Kalimat Aktif
Apabila subjek dalam suatu kalimat melakukan pekerjaan (predikat), maka kalimat itu disebut kalimat aktif. Dengan kata lain, pada kalimat aktif, subjek merupakan pelaku pekerjaan.
Apabila subjek dalam suatu kalimat melakukan pekerjaan (predikat), maka kalimat itu disebut kalimat aktif. Dengan kata lain, pada kalimat aktif, subjek merupakan pelaku pekerjaan.
Contoh:
– Ibu merebus air.
– Ria menutup pintu kamar.
– Rana mengambil tas yang berisi buku.
– Dinda menabung.
– Toni melipat kertas.
Berdasarkan ada tidaknya objek, kalimat aktif dibagi menjadi dua macam.
a. Kalimat Aktif Transitif
Kalimat aktif transitif merupakan kalimat aktif yang memerlukan objek.
– Tino memutar baling-baling.
– Deni memancing ikan.
– Ia menaruh uang.
– Kucing mengejar tikus.
– Ayah mencari uang.
– Dudung memanggil ayah.
– Dadang menggoreng ikan.
– Tata mencuci baju.
a. Kalimat Aktif Transitif
Kalimat aktif transitif merupakan kalimat aktif yang memerlukan objek.
– Tino memutar baling-baling.
– Deni memancing ikan.
– Ia menaruh uang.
– Kucing mengejar tikus.
– Ayah mencari uang.
– Dudung memanggil ayah.
– Dadang menggoreng ikan.
– Tata mencuci baju.
b. Kalimat Aktif Intransitif
Kalimat aktif intransitif merupakan kalimat yang tidak memerlukan adanya objek. Kalimat ini tidak bisa dibuah menjadi kalimat pasif.
Kalimat aktif intransitif merupakan kalimat yang tidak memerlukan adanya objek. Kalimat ini tidak bisa dibuah menjadi kalimat pasif.
– Ia menangis.
– Hasan bercanda.
– Pak Guru bertanya kepada Ali.
– Udin berteriak.
– Rudi sedang tidur.
– Hasan bercanda.
– Pak Guru bertanya kepada Ali.
– Udin berteriak.
– Rudi sedang tidur.
2. Kalimat Pasif
Kalimat ini merupakan kebalikan dari kalimat aktif. Pada kalimat pasif, subjek dikenai pekerjaan. Predikat dalam kalimat pasif menggunakan imbuhan di-, ke-, atau ter-.
Kalimat ini merupakan kebalikan dari kalimat aktif. Pada kalimat pasif, subjek dikenai pekerjaan. Predikat dalam kalimat pasif menggunakan imbuhan di-, ke-, atau ter-.
– Koruptor ditangkap polisi.
– Maling dikejar warga.
– Adi diberi uang oleh ayahnya.
– Orang itu sedang diwawancarai oleh wartawan.
– Rizki dipanggil oleh gurunya.
– Kucing itu tertabrak motor.
– Mobil Andi dipinjam temannya.
– Ia tertimpa masalah.
– Ia terpukul karena masalah itu.
– Ia kejatuhan ranting pohon.
– Maling dikejar warga.
– Adi diberi uang oleh ayahnya.
– Orang itu sedang diwawancarai oleh wartawan.
– Rizki dipanggil oleh gurunya.
– Kucing itu tertabrak motor.
– Mobil Andi dipinjam temannya.
– Ia tertimpa masalah.
– Ia terpukul karena masalah itu.
– Ia kejatuhan ranting pohon.
Mungkin ada yang bingung cara membedakan kalimat aktif transitif dan
intransitif. Jika suatu kalimat bisa dipasifkan, maka kalimat tersebut
merupakan kalimat aktif transitif. Demikian pembahasan tentang kalimat aktif dan kalimat pasif.
Semoga Bermanfaat...
Semoga Bermanfaat...
loading...

EmoticonEmoticon