Model bumi terkini yang dibuat oleh Flat Earth Society memperlihatkan bahwa bumi berbentuk cakram, dengan Kutub Utara sebagai pusatnya sedangkan Kutub Selatan merupakan dinding es di pinggiran bumi. Menurut model ini, matahari dan bulan masing-masing berdiameter 52 km (32 mil).
Jika di perhatikan dengan seksama, peta di atas mirip dengan gambar peta pada bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hal ini menguatkan pendapat mereka bahwa PBB mengetahui bentuk asli dari bumi dan mereka membuat konspirasi tingkat dunia untuk menutupi bentuk sebenarnya dari bumi.
Menurut mereka sisi-sisi bumi adalah dinding es yang sangat tinggi yang tidak dapat dilewati. Itulah mengapa bila seseorang berjalan ke arah selatan terus maka orang itu akan menemukan dinding es yang disebut sebagai kutub selatan. Itulah sebabnya belum ada orang yang pernah berjalan terus melewati kutub selatan dan kembali ke kutub utara.
Bulan, planet-planet, matahari, dan bintang-bintang tepat berada di atas bumi. Bumi itu berbentuk silinder yang ujungnya datar. Bumi bergerak ke atas dengan kecepatan 1 G, itulah mengapa ada gaya gravitasi di atas bumi. Bumi bergerak ke atas bersama-sama dengan benda angkasa lainnya.
Bumi itu spesial, makanya ada kehidupan di bumi. Bumi bukan planet. Bumi itu datar, sedang planet, matahari, dan bulan berbentuk bulat. Tidak ada kehidupan lain selain di bumi yang datar ini. Isu-isu tentang kehidupan di planet lain dianggap hanyalah bagian dari konspirasi.
Ketika matahari terbit di ufuk timur, dan matahari terbenam di barat, itu tidak membuktikan bahwa bumi itu bulat. Itu adalah masalah prespektif pengelihatan saja. Jika kita melihat sesuatu di kejauhan maka sesuatu tersebut akan menjadi kecil dan akhirnya hilang. Jika sesuatu itu mendekati kita, maka sesuatu tersebut kelihatan besar.
Tengah-tengah bumi itulah yang disebut kutub utara, dan bagian selatan adalah dinding-dinding es. Bila seseorang berjalan dengan kompas ke arah timur, orang itu akan kembali ke tempat semula karena sebenarnya orang itu hanya mengelilingi bumi dengan pusat di kutub utara.
Bumi itu sebenarnya datar, itulah mengapa orang-orang sejak jaman dulu percaya bahwa bumi itu datar, dan bumi adalah pusat dari segalanya. Orang-orang China sejak dahulu percaya bahwa bumi itu datar. Orang-orang Israel sejak jaman Nuh sudah percaya bahwa bumi itu datar.
Mereka juga berpendapat bahwa NASA tidak pernah mendarat di bulan. NASA tidak pernah mengirimkan misi ke luar angkasa. NASA hanya mengembangkan teknologi pencitraan dan komputer canggih, sehingga bisa membuat gambar-gambar palsu bahwa bumi itu bulat. NASA membuat cerita misi ke luar angkasa agar mendapatkan uang. NASA sudah tahu bahwa tidak mungkin pergi ke luar angkasa karena bumi itu sebenarnya datar, planet, matahari, dan bulan tepat di atas bumi. Agar dapat memperoleh uang untuk penelitian, NASA membuat berita palsu bahwa bumi itu bulat, dan manusia bisa bepergian ke bulan dan planet-planet lain.
Rusia dan China yang sudah mengirimkan astronotnya ke luar angkasa Itu juga palsu. Rusia dan China adalah saingan Amerika, sehingga mereka harus membuat berita palsu agar negara-negara lain menjadi takut.
Jadi kesimpulan meraka adalah Bumi yang berbentuk bulat adalah bohong. Itu adalah konspirasi tingkat tinggi.
Namun bagaimanapun mereka memberikan bukti bahwa bumi itu datar, semuanya terlihat konyol. apalagi mengenai konspirasi tingkat dunia yang mereka katakan. Untuk apa menutupi bentuk bumi dan luar angkasa? apakah ada sesuatu yang lebih mengejutkan lagi di luar sana?
Wallahu a’lam...
Bulan, planet-planet, matahari, dan bintang-bintang tepat berada di atas bumi. Bumi itu berbentuk silinder yang ujungnya datar. Bumi bergerak ke atas dengan kecepatan 1 G, itulah mengapa ada gaya gravitasi di atas bumi. Bumi bergerak ke atas bersama-sama dengan benda angkasa lainnya.
Bumi itu spesial, makanya ada kehidupan di bumi. Bumi bukan planet. Bumi itu datar, sedang planet, matahari, dan bulan berbentuk bulat. Tidak ada kehidupan lain selain di bumi yang datar ini. Isu-isu tentang kehidupan di planet lain dianggap hanyalah bagian dari konspirasi.
Ketika matahari terbit di ufuk timur, dan matahari terbenam di barat, itu tidak membuktikan bahwa bumi itu bulat. Itu adalah masalah prespektif pengelihatan saja. Jika kita melihat sesuatu di kejauhan maka sesuatu tersebut akan menjadi kecil dan akhirnya hilang. Jika sesuatu itu mendekati kita, maka sesuatu tersebut kelihatan besar.
Tengah-tengah bumi itulah yang disebut kutub utara, dan bagian selatan adalah dinding-dinding es. Bila seseorang berjalan dengan kompas ke arah timur, orang itu akan kembali ke tempat semula karena sebenarnya orang itu hanya mengelilingi bumi dengan pusat di kutub utara.
Bumi itu sebenarnya datar, itulah mengapa orang-orang sejak jaman dulu percaya bahwa bumi itu datar, dan bumi adalah pusat dari segalanya. Orang-orang China sejak dahulu percaya bahwa bumi itu datar. Orang-orang Israel sejak jaman Nuh sudah percaya bahwa bumi itu datar.
Mereka juga berpendapat bahwa NASA tidak pernah mendarat di bulan. NASA tidak pernah mengirimkan misi ke luar angkasa. NASA hanya mengembangkan teknologi pencitraan dan komputer canggih, sehingga bisa membuat gambar-gambar palsu bahwa bumi itu bulat. NASA membuat cerita misi ke luar angkasa agar mendapatkan uang. NASA sudah tahu bahwa tidak mungkin pergi ke luar angkasa karena bumi itu sebenarnya datar, planet, matahari, dan bulan tepat di atas bumi. Agar dapat memperoleh uang untuk penelitian, NASA membuat berita palsu bahwa bumi itu bulat, dan manusia bisa bepergian ke bulan dan planet-planet lain.
Rusia dan China yang sudah mengirimkan astronotnya ke luar angkasa Itu juga palsu. Rusia dan China adalah saingan Amerika, sehingga mereka harus membuat berita palsu agar negara-negara lain menjadi takut.
Jadi kesimpulan meraka adalah Bumi yang berbentuk bulat adalah bohong. Itu adalah konspirasi tingkat tinggi.
Namun bagaimanapun mereka memberikan bukti bahwa bumi itu datar, semuanya terlihat konyol. apalagi mengenai konspirasi tingkat dunia yang mereka katakan. Untuk apa menutupi bentuk bumi dan luar angkasa? apakah ada sesuatu yang lebih mengejutkan lagi di luar sana?
Wallahu a’lam...
loading...



EmoticonEmoticon