Pengertian Bimbingan dan Konseling

Ogos 03, 2017

A. Pengertian Bimbingan
Bimbingan dan konseling merupakan terjemahan arti dari “guidance” dalam bahasa inggris. Secara harfiah istilah “guidance” dari akar kata “guide” berarti: mengarahkan (to direct), memandu (to pilot), mengelola (to manage), dan menyetir (to steer).[1]

Bimbingan merupakan suatu proses berkesinambungan melalui serangkaian tahap kegiatan yang sistematis dan berancana terarah pada pencapaian tujuan. Tujuan bimbingan adalah perkembangan optimal yang berarti perkembangan tentang kehidupan yang baik dan benar melalui potensi dan sistem nilai. Pola pencapaian tingkat kemampuan intelektual tinggi bukan semata-mata dari perkembangan optimal, akan tetapi suatu kondisi dinamik individu. Kondisi tersebut memungkinkan individu mampu mengenal dan memahami diri, menerima kenyataan diri secara objektif, mengarahkan diri sesuai kemampuan, serta melakukan pilihan dan mengambil keputusan atas tanggung jawab sendiri. Kondisi dinamik akan berkembang terus karena individu berada dalam lingkungan yang terus berubah dan berkembang.[2]

Bimbingan juga merupakan proses menerima bantuan atau pertolongan yang disebut “helping”. Makna bantuan di sini menunjukkan bahwa yang aktif dalam mengembangkan diri, mengatasi masalah, dan mengambil keputusan adalah individu itu sendiri. Individu tersebut merupakan individu yang sedang berkembang. Bimbingan diberikan dengan berdasar aspek keragaman dan keunikan individu. Jadi tidak ada teknik umum yang berlaku untuk setiap individu. Teknik bantuan disesuaikan dengan pengalaman, kebutuhan, dan masalah individu. Untuk itu maka diperlukan pemahaman dan komprehensif tentang karakteristik, kebutuhan, atau masalah individu.[3]

B. Pengertian Konseling
Konseling secara etimologis berasal dari bahasa latin yaitu “ongilium” yang mempunyai arti “dengan atau bersama” yang dirangkai dengan “menerima atau memahami”. Sedangkan dalam bahasa Anglo-saxon, istilah konseling berasal dari “sellon” yang berarti “menyerahkan” atau “menyampaikan”.[4]

Konseling dapat dipahami dalam konteks sosial dan budaya. Konseling adalah bentuk pertolongan yang fokus pada kebutuhan dan tujuan seseorang. Baik konselor maupun klien merupakan peran sosial dan metode yang digunakan dalam konseling adalah melogiskan tujuan dan kerja konseling dibentuk sesuai dengan kultur setempat. Konseling juga merupakan aktifitas yang muncul ketika seseorang yang bermasalah mengundang dan mengizinkan orang lain untuk memasuki hubungan tertentu diantara mereka.[5]

Hubungan antara klien dan konselor tergantung pada kepribadian, keyakinan, sikap, dan perilaku konselor. Hubungan yang terjadi antara konselor dan klien dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seorang konselor. Agar sebuah hubungan konseling dapat efektif, seorang konselor menggunakan pendekatan terpadu yang berusaha untuk:[6]

1) Bersikap tulus;
2) Berempati, bersikap hangat dan menunjukkan kepekaan dalam hubungan harmonis yang dilandasi saling pengertian;
3) Tidak menghakimi dengan penerimaan positif tanpa syarat;
4) Menunjukkan perhatian, pengertian, dan dukungan;
5) Bersikap kolaboratif di samping juga menunjukkan penghargaan terhadap kompetensi klien; dan
6) Menunjukkan kemampuan dalam menggunkakn keterampilan-keterampilan konseling.

Referensi:
[1] Yusuf, Syamsul dan A..Juntika Nurihsan, Landasan Bimbingan dan Konseling, (Bandung: Rosda Karya, 2005), hal.5.
[2] Ibid. hal. 6.
[3] Ibid. hal.7.
[4] Prayitno dan Erman Amti, Dasar-dasar Bimbingan dan konseling, (Jakarta: Asdi mahasatya, 2004), hal. 99.
[5] McLeod, john, Pengantar Konseling. teori dan kasus, (Jakarta: kencana, 2010), hal.16.
[6] Ibid. hal. 34
loading...

Artikel Terkait

Previous
Next Post »