Persoalan yang Harus Diperhatikan dalam Merencanakan Kurikulum

Ogos 25, 2017

Ada berbagai macam teori dan praktek mengenai kurikulum dan pengembangannya. Kebanyakan para pendidik sepakat mengenai tujuan yang harus dicapai. Perbedaan-perbedaan pendapat ini tidak mungkin diuraikan dalam tulisan ini, namun ada tujuan kategori masalah yang hampir mencakup perbedaan-perbedaan tersebut yaitu :

1. Melanjutkan pada Ta’rif Kurikulum
Menurut riwayat perkembangan kurikulum, jawaban-jawaban di atas secara singkat dapat dilukiskan sebagai berikut:
 
a. Tempo dulu, kurikulum dianggap sebagai kumpulan bermacam-macam mata pelajaran. Ada beberapa kegiatan dan pengalaman murid-murid di sekolah yang tidak cocok dengan batasan kurikulum ini. Karena itu yang disebut kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler berada di luar kurikulum, jadi tidak termasuk di dalamnya.

b. Barangkali seyogyanya kita menganggap kurikulum sebagai pengalaman-pengalaman perkembangan murid-murid yang direncanakan sekolah, jadi bukan hanya sekumpulan mata-mata pelajaran belaka. Pengalaman-pengalaman anak di luar sekolah bukan bagian dari kurikulum sekolah, walaupun pengalaman-pengalaman tersebut ada pengaruhnya terhadap perkembangan anak.

2. Hal-hal yang harus diajarkan dalam kurikulum
Terdapat perbedaan pendapat yeng berpusat seputar isi kurikulum.  Banyak pemuka pendidikan mengemukakan bahwa :
 
1) Kurikulum harus terdiri dari berbagai mata pelajaran yang urutannya harus disusun secara logis dan terperinci
2) Kurikulum harus mencakup seperangkat masalah-masalah luas tertentu yang bertalian dengan kebudayaan atau yang berkaitan dengan masalah-masalah kehidupan umum yang selalu muncul.
3) Program pengajaran harus disusun sekitar masalah-masalah kehidupan anak sehari-hari yang berbeda-beda pada tiap kelompok umur.

Masalah lainnya adalah mengenai urutan pengalaman belajar yang harus diberikan. Masih banyak para pendidik yang berpendapat bahwa urutan pelajaran harus ditentukan menurut jalan pikiran yang terkandung dalam mata pelajaran yaitu :

a. Mulai dari satuan-satuan pelajaran yang paling mudah dan berangsur-angsur menuju kepada isi yang sukar dan rumit.
b. Bahwa urutan ditentukan oleh cara-cara yang paling baik dalam mengajarkan tiap mata pelajaran yang dapat ditemukan dengan jalan melakukan studi ilmiah.
c. Urutan mata pelajaran bukan harus ditentukan dalam mata pelajaran melainkan para pelajar itu sendiri dan urutan atau susunannya harus ditetukan menurut kebutuhan-kebutuhan anak-anak dan para remaja yang menjadi matang dalam kebudayaan.

3. Hal- Hal yang harus diutamakan dalam kurikulum
Dalam garis besarnya ada tiga anggapan yang berbeda-beda, yaitu :
a) Anggapan pertama yang berpendirian
b) Anggapan kedua mempertahankan pendirian
c) Pendirian ketiga menganggap tidak ada pertentangan prinsipil antara dua anggapan di atas.
d) Aspek lain dalam masalah di atas ialah persoalan apakah kurikulum harus ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan orang dewasa (persiapan untuk menghadapi masa dewasa) atau harus ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan murid-murid sekarang ini.

4. Bilamana dan oleh siapa kurikulum harus direncanakan
Pihak yang mempertahankan kurikulum harus tersusun semata-mata dari mata pelajaran yang didasarkan kepada kebutuhan dan kepentingan masayarakat, biasanya berpendirian bahwa tugas fungsi pendidikan ialah untuk kehiupan orang dewasa. Karena itu kurikulum harus banyak mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan anak di masa yang akan datang. 

Pendapat yang menentukan pendirian di atas mengemukakan teori bahwa anak harus dianggap sebagai anak dengan hak-haknya, bukan dianggap sebagai orang dewasa dalam bentuk mini. Karena itu kurikulum harus memperhatikan masalah-masalah yang menyangkut anak saja. Pendapat ketiga mengemukakan pendiriannya bahwa pada dasarnya tidak usah ada pertentangan antara kedua pendirian di atas, karena di dalam kurikulum cukup diperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan kedua belah pihak, baik anak maupun orang dewasa.

Pendapat terakhir dalam memberikan pemecahan masalah-masalah anak yang dihadapi sekarang  yang menyangkut kepentingan anak-anak di masa depan ialah meningkatkan penggunaan kecerdasan secara fleksibel , mempersiapkan anak untuk menyesuaikan diri kepada perubahan-perubahan pesat dari keanekaragaman dunia dewasa ini.

5. Sampai di mana kurikulum berbeda-beda tiap masing-masing sekolah?
Persoalan ini sangat erat pertaliannya dengan masalah sebelumnya yaitu masalah keseragaman dan keanekaragaman. Pendirian yang cukup mantap tetapi luwes ialah adanya pola kurikulum yang longgar atau leluasa sejalan dengan kebutuhan-kebutuhan kurtural dan kebutuhan-kebutuhan psikologis yang universal, dimana masing-masing sekolah sampai batas-batas tertentu dapat mengadakan variasi dalam program pengajarannya yang disesuaikan dengan keperluannya kepada kebutuhan-kebutuhan unik dari murid-murid dan masyarakat tempat mereka hidup.

Ada yang mengemukakan bahwa kurikulum adalah pekerjaan yang memerlukan keahlian karena itu harus dikerjakan oleh para ahli atau “expert” dalam bidang perencanaan kurikulum.
loading...

Artikel Terkait

Previous
Next Post »